Senin, 25 Juni 2012

Kutipan 'Virus MH' yang Mulai Mewabah


Kutipan2 DIS yang mengandung 'Virus MH'. Semoga terus mewabah hingga terwujud Indonesia yg Lebih Baik
  1. Atasan yang baik adalah atasan yang pernah menjadi bawahan yang baik !
  2. Risiko dikecam adalah bagian dari kehidupan yang sangat indah! Ambillah putusan terbaik dengan fokus tujuan demi kejayaan perusahaan!
  3. Soto yang paling enak dengan rawon yang paling enak jika dicampur belum tentu enak.
  4. Miskin bermartabat, kaya bermanfaat.
  5. Rapat, tentu saja penting. Tapi kebanyakan rapat bisa membuat orang sinting !
  6. Kalau pilihan sudah dijatuhkan, tinggallah kita fokus di pilihan itu. Sepenuh hati. Tidak ada pikiran lain kecuali bekerja, bekerja, bekerja!
  7. "Terorisme ruang rapat” hanya akan melahirkan turunannya: ketakutan, kebekuan, kelesuan, dan keapatisan
  8. Nasehat tapi bukan khotbah. Mau tapi bukan menuruti. Curhat tapi bukan keluh kesah. Ingin tetapi bukan perintah. Pandangan tapi bukan pengarahan.
  9. Hanya orang-orang yang hidupnya penuh antusias yang bisa membawa kemajuan.
  10. Seberat-beratnya tekanan bathin Direksi, tidak ada artinya dibanding apa yang dialami secara langsung oleh teman-teman kita yang bertugas langsung di tengah masyarakat.
  11. Orang yang terlalu sering diberi arahan, akan jadi bebek. Orang yang terlalu sering diberi instruksi akan jadi besi. Orang yang terlalu sering diberi peringatan akan jadi ketakutan. Orang yang sering diberi pidato, kelak biasanya hanya akan minta petunjuk.
  12. Kedudukan tentu tidak sama dengan tempat duduk. Yang merasa berkuasapun belum tentu bisa menguasainya. Yang punya kedudukan belum tentu bisa duduk semestinya. Betapa relatifnya kekuasaan.
  13. Kalau perusahaan memberikan layanan kurang dari yang diinginkan pelanggan, maka muncullah ketidakpuasan.  Ketidakpuasan ini akan meningkat menjadi ketidakpercayaan jika jarak antara keinginan dan kenyataan berlebihan lebarnya. Ketidakpercayaan adalah akumulasi ketidakpuasan luar biasa dalam tempo yang luar biasa panjangnya. Ketidakpercayaan akan berujung ke tuduhan kebobrokan. Alangkah malunya kalau kata "AKAN"menjadi terbaca "SUDAH". Memuaskan pelanggan pada dasarnya adalah untuk kepentingan kita sendiri juga : merebut Kepercayaan dan menghindarkan diri dari tuduhan itu!
  14. Buat para sarjana, jangan terpaku pada jurusan yang telah dijalani. Coba jelajahi bidang lain yang mungkin lebih membawa kesuksesan. Jadilah manusia yang kreatif, inovatif tanpa harus tergantung diri pada orang lain.
  15. Dua tangis dan ribuan tawa
  16. Rakyat butuh beras, bukan pidato.
  17. Bentuk bersyukur yang terbaik adalah dengan kerja keras. Bukan melakukan tumpengan dan perayaan. Kalau nikmat Tuhan tidak kita syukuri dengan kerja keras, bisa-bisa laknat Tuhan akan datang tahun depan.
  18. Orang hidup itu tidak harus hebat dan serba besar, yang penting ada artinya. Saya lebih menghargai proyek kecil yang penuh arti, dari pada proyek besar yang tidak jelas tujuannya.
  19. Meski kedekatan pimpinan dengan rekanan tidak mesti karena hubungan khusus, namun karyawan tidak mudah membedakannya. Karyawan tidak bisa tahu, mana perkawanan yang profesional dan mana perkawanan yang kolutif. Begitu melihat keakraban antara pimpinan dan rekanan (misalnya bisa masuk ruang kerja pimpinan tanpa prosedur atau sering sama-sama main golf atau sering sama-sama makan), karyawan langsung menduga hubungan itu sangat khusus. Karyawan akan hati-hati memperlakukan rekanan tersebut "khawatir jangan-jangan mengganggu kepentingan khusus pimpinan".
  20. Orang yang benar-benar hebat adalah mereka yang mementingkan peran melebihi jabatan. (MH 24)
  21. Puasa, bekerja lebih keras, dan menolong orang lain, itu adalah bentuk bersyukur paling tinggi
  22. Hanya orang-orang yang hidupnya penuh 'antusias' yang bisa membawa kemajuan
  23. Biarkan semua sebaiknya mengalir saja seperti air. Hanya, kalau bisa alirannya yang deras
  24. Untuk bisa menjadi pemimpin yang baik, harus pernah menjadi anak buah yang baik
  25. Hanya orang yang seumur hidupnya tidur saja yang tidak pernah rugi.
  26. “Saya jadi yakin Pak SBY sebenarnya menginginkan adanya terobosan-terobosan menuju kebaikan negara kita. Sayangnya, banyak yang tidak bisa melihat keinginan itu,”
  27. Niat baik itu dapat satu pahala. Melaksanakan niat baik itu dapat dua pahala. Niat baik yang tidak diterima itu tidak membuat pahalanya terhapus
  28. Orang-orang manja gampang cengeng, gampang angkat tangan. Itu namanya bukan pengusaha
  29. Jangan takut kepada kegagalan asal kita mau belajar, dan asal kita tidak putus asa, dan asal kita punya tekad untuk “balas dendam” terhadap kegagalan tersebut
  30. "Seorang pimpinan itu harus bisa ’’ngeloni’’ perusahaannya, Didalami, dihayati, dijiwai, ditunggui"
  31. “Kita harus cepat bekerja, cepat selesaikan semuanya dengan baik, supaya ketika kita besok mati tidak menyulitkan yang hidup,”
  32. Birokrasi itu “binatang” yang paling aneh di dunia: kalau diingatkan dia ganti mengingatkan (dengan menunjuk pasal-pasal dalam peraturan yang luar biasa banyaknya). Kalau ditegur dia mengadu ke backingnya. Seorang birokrat biasanya  punya backing. Kalau bukan atasannya yang gampang dijilat, tentulah politisi. Atau bahkan dua-duanya. Kalau dikerasi dia mogok secara diam-diam dengan cara menghambat program agar tidak berjalan lancar. Kalau dihalusi dia malas. Kalau dipecat dia menggugat. Dan kalau diberi persoalan dia menghindar.
  33. Kritik itu untuk didengarkan, bukan untuk dibalas.
  34. Memulai kerja keras memang sangat berat. Tapi kalau sudah terbiasa bekerja keras, semua pekerjaan akan menjadi mudah.
  35. Hope memang tidak membuat perut terasa kenyang. Tapi hope-lah yang bisa membuat hidup terasa lebih hidup!
  36. Kalau ketakutan itu terus dipelihara, tidak akan ada dorongan yang kuat untuk berbenah (MH 32)
  37. Begitu banyaknya pekerjaan yang harus kita lakukan. Begitu rumitnya persoalan. Tetapi, dengan kemauan yang keras, kita akan bisa melakukannya. Untuk bisa naik kelas, memang tidak cukup hanya bicara dan bicara. Perlu bekerja, bekerja, dan bekerja! (MH 32)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar