Tak terasa, sudah 5 tahun kau hadir di dunia ini nak. Tepatnya pukul 15.00, 26 April 2006 di salah satu rumah sakit bersalin Trenggalek. Untuk pertama kalinya, kau buka matamu melihat indahnya bumi. Dan pertama kali pula, kau hirup sejuknya udara ibu pertiwi.
Anoegrah Keysar Ar Rummy. Itulah nama yang kami berikan padamu nak. Entahlah, nama itu muncul begitu saja saat itu. Anoegrah, karena kamu adalah anugrah yang diberikan Allah SWT pada kami. Keysar, dalam pencarian mbah google, artinya hadiah yang besar. Sementara, Ar Rummy, dicupilk dari surat ke 30 Al Quran, Ar Rumm yang berarti bangsa Romawi. Hampir semua orang didunia mengakui, bangsa Romawi dikenal akan kebesaran dan kedigdayaannya.
Lahir tanggal 26 April, berarti zodiak kamu taurus. Menurut mbah google, taurus adalah simbol kepastian dan kehendak yang kuat. Cenderung berjuang mendapatkan rasa aman batiniah dan jasmaniah. Memiliki selera tinggi pada pakaian, lukisan, barang-barang antik dan barang-barang mewah lainnya. Cita rasa Taurus sangat tinggi, namun cenderung konservatif. Mereka sangat menikmati alunan melodi dan musik yang indah. Taururs suka menolong orang lain dan tidak mudah marah. Mereka tidak suka didesak dan cenderung keras kepala bila terus menerus didesak. Para Taurus cenderung setia, stabil dan sabar, meskipun kadang keras kepala.
Mereka memiliki pandangan yang baik untuk meraih tujuan mereka sehingga mereka cukup berhasil. Mereka gigih pada keputusan yang telah diambil dan tidak ada seorangpun yang dapat merubah pendiriannya. Karena Taururs tidak suka didesak, maka banyak yang menjulukinya si Lamban. Namun demikian, kamu dapat mempercayakannya dalam membantumu keluar dari masalah. Mereka bukan tipe orang yang mudah melanggar janji dan mundur dari suatu keyakinan, dan mereka memiliki stamina dan ketekunan untuk bertahan dari lawan-lawannya. Kekuasaan Taurus sangat hebat sehingga mereka tidak mudah gagal dalam hidupnya.
Namun, apapun penjelasan ramalan bintang itu hanya kamu yang bisa menentukan masa depanmu nak.Kami, sebagai orang tua hanya bisa mengarahkan mana jalan yang baik untuk kau lalui. Kami akan menunjukkan dan menuntunmu mencapai apa yang kamu cita-citakan.kelak. Ayah sangat yakin nak, kau akan jadi orang besar nantinya. Amin Rais, salah satu tokoh nasional Indonesia, juga pendiri parpol pun lahir pada tanggal yang sama.
Tanggal 26 April juga diperingati sebagai Hari Kekayaan Intelektual se dunia. Semoga saja, kau menjadi generasi intelektual selanjutnya nak. Ikuti saja arus kehidupan ini dengan bekal kemampuan dan iman.Selamat ulang tahun dan Happy Birthday 'Key.' Semoga perjalanan hidup 5 tahun ini jadi langkah awal baik bagimu...!!!
Kamis, 25 April 2013
Selasa, 23 April 2013
Antara Politik, Licik, dan Barca….!!!!
Bayangkan, mau jadi apa negara kita jika para wakil rakyatnya saja berasal dari orang-orang munafik dan nggak jelas tadi. Belum lagi kelakuan dari para calon legislatif yang awal daftarnya menyogok pemimpin partai dengan segebok uang. Calon wakil rakyat semacam dan sejenis ini sudah pasti bukanlah sosok pembela rakyat. Tapi tipikal orang yang memiliki kepentingan pribadi dengan gelar sebagai anggota dewan yang terhormat. Gelar yang terhormat itu jelas tak akan bisa merubah moral wakil rakyat sejenis ini. Moral penyogok dan pemberi suap, yang bisa menjalar menjadi moral pejabat yang korup. Menghalalkan segala cara, bermain mata dengan rekanannya dalam menggarong uang rakyat. Tender dan proyek bernilai miliaran rupiah dikuasai. Kualitas proyek dinomor sepuluhkan. Yang penting duit proyek sudah ditangan, beres.
Tinggal menghitung prosentase pembagian dengan para rekanannya. Wakil rakyat yang berada di garda depan penentu anggaran, biasa meminta persenan 5-10 persen. Bayangkan, jika nilai proyek yang digarong Rp 300 Miliar. Bisa-bisa Rp 15-30 Miliar uang rakyat dibagi-bagikan kepada cecunguk-cecunguk wakil rakyat dan lingkarannya. Disebut lingkaran, karena anggota legislatif biasanya tidak bekerja sendiri dalam menggarong APBD/N. Yang lebih memiriskan hati, ujar salah seorang pemain proyek, praktek semacam ini sudah wajar.
Ibarat orang berdagang, ada proses tawar menawar dalam pengajuan tender. Si pencari proyek mengajukan sejumlah nilai tertentu ketika pemberi proyek menawarkan nilai tender. “Lah itu kan salah satu bentuk dari proses tawar menawar’ katanya. Salah satu contoh yang dijelaskan, tender pengadaan percetakan kartu suara misalnya. Dari total jumlah nilai pengadaan yang diajukan, biasanya biaya produksi hanya 40 persen saja. Sisanya, 60% merupakan biaya bagi-bagi, yang rinciannya 10% pemilik tender, 10 persen makelar tender (bisa wakil rakyat atau politisi), 5% biaya operasional, 5% lagi biaya pelicin, dan 30 % untung bersih pelaksana tender.
Wadalah, aksi penggarongan uang rakyat yang sepertinya ‘dilegal’kan. Asalkan persyaratan administrasi terpenuhi, berapapun anggaran yang digarong gak masalah. Badan Pemeriksa Keuangan pun gak akan menciumnya. Bagaimana bisa mencium, wong di sekitar lokasi tender sudah disebar semprotan wangi-wangian. Istilahnya, semua kebagian rejeki. Sehingga tidak akan membuka aibnya sendiri. Maklum lah, secara nasional, ajang pemilu, pileg ataupun pemilukada diibaratkan sebagai sebuah pesta rakyat. Pantas jika istilah pesta rakyat itu bisa diplesetkan sebagai bancakan uang rekyat. Mulai dari tender berbagai peralatan kebutuhan pemilu, hingga bagi-bagi uang oleh para politisi yang memiliki kepentingan di pemilu tersebut.
Semoga saja praktek ‘kadal’ ini segera berakhir. Sehingga anggaran tender yang diajukan berbagai instansi itu benar-benar yang masuk akal. Bukannya mengakali rakyat dengan penggelembungan anggaran demi kepentingan orang-orang dan lingkaran setannya. Apa bisa ya? Saya yakin bisa. Terlebih di jaman sekarang yang semua pada terbuka. Teknologi informasi memiliki peranan penting dalam transparansi keuangan publik. Salah satu perusahaan negara yang bergerak di bidang telekomunikasi pun sekarang lagi getol-getolnya mewujudkan hal itu. Melalui program digital society, BUMN itu akan mewujudkan Indonesia yang bersih. “Inilah salah satu tugas yang dimandatkan Menteri BUMN, Dahlan Iskan kepada kami,” ujar salah satu pegawainya.
Luar biasa bukan pemikiran menteri yang satu ini. Bukan lagi memikirkan bangsa ini 5 tahun atau 10 tahun ke depan, tapi sudah memikirkannya hingga ratusan tahun mendatang. Tentunya, bukan kita penikmatnya, tapi cucu-cucu anak kita. “Masa depan yang indah tak datang dengan sendirinya. Perlu mimpi, harapan dan perencanaan. Setelah itu, lakukan yang terbaik dengan sebaik-baiknya,” itulah kata-kata mantan jurnalis tersebut.
Pemikiran besar menjadikan Indonesia sebagai negara besar yang terintegrasi dan transparan, tentunya tak lepas dari hiruk pikuk pertarungan politik yang ada. Suka atau tidak suka, sejarah bangsa ini terukir dengan sejarah politik. Untuk itu, pilihlah wakil politik Anda yang sekarang ini daftarnya sudah masuk di kantor KPU, mulai pusat hingga daerah. Jangan asal pilih, tapi jangan juga tak memilih. Jangan sampai masa depan bangsa ini jatuh ke tangan orang-orang yang salah. Tangan orang-orang picik yang haus kekuasaan dan harta.
Virus harapan yang tengah digencarkan pak menteri semoga saja cepat menyebar di kalangan anggota dewan. Supaya tak ada lagi permainan kotor dan licik. Sehingga timbul permainan cantik dan elegan. Tapi, semua tergantung dari moralitas personalnya. Barcelona yang biasa bermain cantik saja harus tumbang 4-0 dari Bayern Munich.. hehehe
Jumat, 05 April 2013
Aksi Setan di Rumah Tuhan
Cerita penjaga masjid itu masih terbayang di pikiran saya. "Hati-hati mas, meskipun Anda berada dalam masjid, jangan menaruh barang berharga sembarang. Sudah banyak korbannya," pesan si penjaga masjid kepada saya Jumat malam (05/04) itu. Sontak saja, hati ini langsung tersentak. Jiwa ini seperti disengat listrik 5 watt. Batin saya protes, "Masak sih di tempat ibadah ini ada yang nekat mencuri? Inikan rumah Tuhan, bukan aula?"
Tapi, begitulan fakta yang sebenarnya. Si penjaga masjid itu awalnya pun heran. Tapi karena memang seperti itu faktanya, dia pun meningkatkan kewaspadaan. Dengan lugas dan penuh semangat dia menceritakan kejadian-kejadian pencurian di rumah Tuhan itu. Mulai dari pelaku yang menyamar sebagai jamaah, sampai pelaku yang menyamar sebagai pencari sumbangan. Macam-macam lah trik orang itu untuk mengelabui korbannya.
Tragisnya lagi, aksi pencurian itu dilakukan saat si korban sedang sholat. Korban yang saat itu khusuk menghadap Tuhan Yang Maha Esa justru dimanfaatkan oleh pelaku. Di tengah kekhusukannya, pelaku mengambil laptop korban yang diletakkan di samping. Korban tahu jika ada yang sengaja mengambil laptopnya. Tapi karena dia saat itu mengaku sedang khusuk tumakninah, terpaksa tak bisa membatalkan sholatnya.
Ada lagi kejadian saat korban mengambil air wudlu. Biasanya, jemaah wanita akan meletakkan dompet atau tasnya di atas tempat wudlu. Nah, pas mengambil air wudlu, pelaku melancarkan aksinya dengan berpura-pura ikut wudlu di samping korban. Si pelaku hanya wudlu sebentar dan langsung mengambil tas korban yang lengah.
Beruntung, dari sekian banyak aksi pencurian di rumah Tuhan ini, hampir semua pelakunya berhasil diamankan. Yang lebih mengagetkan saya, semua pelaku pencurian di dalam masjid itu ternyata dilakukan para wanita. Naudzubillah
Bersambung...
Tapi, begitulan fakta yang sebenarnya. Si penjaga masjid itu awalnya pun heran. Tapi karena memang seperti itu faktanya, dia pun meningkatkan kewaspadaan. Dengan lugas dan penuh semangat dia menceritakan kejadian-kejadian pencurian di rumah Tuhan itu. Mulai dari pelaku yang menyamar sebagai jamaah, sampai pelaku yang menyamar sebagai pencari sumbangan. Macam-macam lah trik orang itu untuk mengelabui korbannya.
Tragisnya lagi, aksi pencurian itu dilakukan saat si korban sedang sholat. Korban yang saat itu khusuk menghadap Tuhan Yang Maha Esa justru dimanfaatkan oleh pelaku. Di tengah kekhusukannya, pelaku mengambil laptop korban yang diletakkan di samping. Korban tahu jika ada yang sengaja mengambil laptopnya. Tapi karena dia saat itu mengaku sedang khusuk tumakninah, terpaksa tak bisa membatalkan sholatnya.
Ada lagi kejadian saat korban mengambil air wudlu. Biasanya, jemaah wanita akan meletakkan dompet atau tasnya di atas tempat wudlu. Nah, pas mengambil air wudlu, pelaku melancarkan aksinya dengan berpura-pura ikut wudlu di samping korban. Si pelaku hanya wudlu sebentar dan langsung mengambil tas korban yang lengah.
Beruntung, dari sekian banyak aksi pencurian di rumah Tuhan ini, hampir semua pelakunya berhasil diamankan. Yang lebih mengagetkan saya, semua pelaku pencurian di dalam masjid itu ternyata dilakukan para wanita. Naudzubillah
Bersambung...
Langganan:
Postingan (Atom)

