Insiden tenggelamnya Kapal Layar Motor (KLM) Jabal Nur di sekitar perairan selat Madura, Senin sore kemarin cukup ironis. Di saat yang bersamaan, tidak jauh dari lokasi hilangnya kapal, persiapan puncak HUT TNI dilakukan. Ratusan kapal perang, puluhan helikopter, dan ribuan pasukan TNI sedang melakukan persiapan terakhirnya. Karena, esok hari, Selasa (7/10), mereka akan unjuk gigi di depan Presiden SBY dan panglima TNI.
Di saat bersamaan, puluhan penumpang kapal Jabal Nur berteriak histeris
di tengah laut. Mereka meminta tolong kepada siapa saja yang mendengar,
karena saat itu lambung kapal bocor dan hendak tenggelam. Kontak
terakhir sempat dilakukan penumpang kapal ke keluarganya untuk meminta
doa keselamatan. Dan, sekitar pukul 16.00, keluarga kehilangan kontak.
Saat itu juga keluarga melapor ke pihak berwajib. Tentu saja, laporan langsung ditanggapi. Petugas langsung mengerahkan anggotanya mencari posisi kapal yang kritis tersebut. Yang menyedihkan, hingga hari ini, posisi kapal tak ditemukan. Apakah kapal tenggelam atau terdampar. Padahal, di dalam kapal itu ada puluhan penumpang, termasuk 11 penumpang anak-anak.
Yang lebih menyedihkan lagi, ada info terbaru ditemukan 13 mayat yang mengapung di laut. Meski ada tiga penumpang yang ditemukan selamat. Penemuan mayat itu bisa jadi pertanda jika kapal Jabal Nur benar-benar tenggelam. Lantas, bagaimana nasib 11 penumpang anak-anak itu? Ah, miris jika membayangkannya...!!!
Terkait insiden itu, ada sedikit ganjalan dalam batin ini. Apakah prajurit TNI yang kemarin menampilkan atraksi menakjubkan itu tidak mendengar kabar insiden kapal Jabal Nur? Ataukah mereka tutup telinga, karena sudah ada prajurit yang ditugaskan mencari. Meski pencariannya kurang maksimal. Hanya gara-gara cuaca buruk, mereka menghentikan proses pencarian.
Ironisnya, jarak lokasi kejadian dengan markas Koarmatim Surabaya tidaklah terlalu jauh. Saat itu, di Koarmatim juga berkumpul puluhan kapal dan helikopter canggih. Kenapa momen itu tidak ditangkap dengan manis. Tak perlu atraksi semu yang menampilkan kecangihan peralatan tempur dengan main perang-perangan. Kenapa tidak langsung ditantang mencari kapal yang sedang kritis tersebut. Menemukan kapal itu, berarti prajurit TNI bisa menyelamatkan puluhan penumpang, termasuk 11 anak-anak.
Sebuah kebanggaan nyata. Bukan kebanggaan semu yang cuma menampilkan atraksi yang sebelumnya sudah dilatih. Siapa saja pasti bisa jika latihan. Tapi, langsung bergerak saat kondisi mendesak, itulah yang patut diacungi jempol. Semoga saja penumpang kapal yang tersisa bisa ditemukan selamat. Jangan sampai insiden kapal tenggelam itu menodai citra TNI, terutama matra AL. Karena, insiden itu terjadi tepat dengan puncak perayaan HUT TNI, yang kemarin, Selasa (7.10) dihelat di Surabaya.
Jayalah selalu TNI ku, Jayalah selalu Angkatan Lautku. Andalah penjaga dunia maritim. Apapun kejadian dan insiden di laut, Andalah yang terdepan tahu...!!!
By: Arif Jepang
Saat itu juga keluarga melapor ke pihak berwajib. Tentu saja, laporan langsung ditanggapi. Petugas langsung mengerahkan anggotanya mencari posisi kapal yang kritis tersebut. Yang menyedihkan, hingga hari ini, posisi kapal tak ditemukan. Apakah kapal tenggelam atau terdampar. Padahal, di dalam kapal itu ada puluhan penumpang, termasuk 11 penumpang anak-anak.
Yang lebih menyedihkan lagi, ada info terbaru ditemukan 13 mayat yang mengapung di laut. Meski ada tiga penumpang yang ditemukan selamat. Penemuan mayat itu bisa jadi pertanda jika kapal Jabal Nur benar-benar tenggelam. Lantas, bagaimana nasib 11 penumpang anak-anak itu? Ah, miris jika membayangkannya...!!!
Terkait insiden itu, ada sedikit ganjalan dalam batin ini. Apakah prajurit TNI yang kemarin menampilkan atraksi menakjubkan itu tidak mendengar kabar insiden kapal Jabal Nur? Ataukah mereka tutup telinga, karena sudah ada prajurit yang ditugaskan mencari. Meski pencariannya kurang maksimal. Hanya gara-gara cuaca buruk, mereka menghentikan proses pencarian.
Ironisnya, jarak lokasi kejadian dengan markas Koarmatim Surabaya tidaklah terlalu jauh. Saat itu, di Koarmatim juga berkumpul puluhan kapal dan helikopter canggih. Kenapa momen itu tidak ditangkap dengan manis. Tak perlu atraksi semu yang menampilkan kecangihan peralatan tempur dengan main perang-perangan. Kenapa tidak langsung ditantang mencari kapal yang sedang kritis tersebut. Menemukan kapal itu, berarti prajurit TNI bisa menyelamatkan puluhan penumpang, termasuk 11 anak-anak.
Sebuah kebanggaan nyata. Bukan kebanggaan semu yang cuma menampilkan atraksi yang sebelumnya sudah dilatih. Siapa saja pasti bisa jika latihan. Tapi, langsung bergerak saat kondisi mendesak, itulah yang patut diacungi jempol. Semoga saja penumpang kapal yang tersisa bisa ditemukan selamat. Jangan sampai insiden kapal tenggelam itu menodai citra TNI, terutama matra AL. Karena, insiden itu terjadi tepat dengan puncak perayaan HUT TNI, yang kemarin, Selasa (7.10) dihelat di Surabaya.
Jayalah selalu TNI ku, Jayalah selalu Angkatan Lautku. Andalah penjaga dunia maritim. Apapun kejadian dan insiden di laut, Andalah yang terdepan tahu...!!!
By: Arif Jepang


