Cerita penjaga masjid itu masih terbayang di pikiran saya. "Hati-hati mas, meskipun Anda berada dalam masjid, jangan menaruh barang berharga sembarang. Sudah banyak korbannya," pesan si penjaga masjid kepada saya Jumat malam (05/04) itu. Sontak saja, hati ini langsung tersentak. Jiwa ini seperti disengat listrik 5 watt. Batin saya protes, "Masak sih di tempat ibadah ini ada yang nekat mencuri? Inikan rumah Tuhan, bukan aula?"
Tapi, begitulan fakta yang sebenarnya. Si penjaga masjid itu awalnya pun heran. Tapi karena memang seperti itu faktanya, dia pun meningkatkan kewaspadaan. Dengan lugas dan penuh semangat dia menceritakan kejadian-kejadian pencurian di rumah Tuhan itu. Mulai dari pelaku yang menyamar sebagai jamaah, sampai pelaku yang menyamar sebagai pencari sumbangan. Macam-macam lah trik orang itu untuk mengelabui korbannya.
Tragisnya lagi, aksi pencurian itu dilakukan saat si korban sedang sholat. Korban yang saat itu khusuk menghadap Tuhan Yang Maha Esa justru dimanfaatkan oleh pelaku. Di tengah kekhusukannya, pelaku mengambil laptop korban yang diletakkan di samping. Korban tahu jika ada yang sengaja mengambil laptopnya. Tapi karena dia saat itu mengaku sedang khusuk tumakninah, terpaksa tak bisa membatalkan sholatnya.
Ada lagi kejadian saat korban mengambil air wudlu. Biasanya, jemaah wanita akan meletakkan dompet atau tasnya di atas tempat wudlu. Nah, pas mengambil air wudlu, pelaku melancarkan aksinya dengan berpura-pura ikut wudlu di samping korban. Si pelaku hanya wudlu sebentar dan langsung mengambil tas korban yang lengah.
Beruntung, dari sekian banyak aksi pencurian di rumah Tuhan ini, hampir semua pelakunya berhasil diamankan. Yang lebih mengagetkan saya, semua pelaku pencurian di dalam masjid itu ternyata dilakukan para wanita. Naudzubillah
Bersambung...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusmungkin, si pencuri pikir, apa yang ada disekitar rumah Tuhan itu milik pangeran. seperti kisah saudara saya yang menempati sebuah rumah kumuh dibantaran sungai di Surabaya. Ketika digusur Pol PP dia ngotot nggak mau pergi. dia bilang, "ini kan tanahnya pengeran, ngapain sampean usir-usir saya!"
BalasHapushehehe.... repot juga kalau dikaitkan semua milik 'Gusti Pengeran'...Padahal, memiliki yang bukan haknya kan juga salah satu hal yang dibenci oleh 'Gusti Pangeran'.... bukan begitu...????
Hapus